Jakarta – Persija Jakarta kembali menunjukkan taringnya di ajang Super League 2025–2026 setelah berhasil menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0 pada Jumat (28/11/2025) malam WIB. Pertandingan pekan ke-14 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, ini sekaligus menjadi hadiah manis bagi Macan Kemayoran yang tengah merayakan ulang tahun klub ke-97.
Baca Juga : Perubahan Format Grup SEA Games 2025: Jadwal Timnas U22 Indonesia Lebih Ringkas Pasca Mundurnya Kamboja
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari disiplin dan kemampuan timnya dalam mempertahankan fokus serta tekanan sepanjang 90 menit penuh.
“Malam ini kami mampu konsisten mengincar gol, menekan lawan, dan mereka (PSIM) tidak punya ruang untuk bergerak. Jadi sekali lagi, Persija kalau fokus dalam pertandingan, kami kuat sekali,” ungkap pelatih berkebangsaan Brasil itu.
Dominasi dan Kesabaran Menembus Pertahanan Lawan
Meskipun mendominasi jalannya permainan sejak peluit awal, Persija baru mampu memecah kebuntuan di babak kedua melalui gol Maxwell pada menit ke-78. Kemenangan kemudian dipastikan oleh gol kedua dari Allano pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+5.
Souza mengakui bahwa kemenangan tersebut diraih melalui perjuangan dan kesabaran untuk menembus pertahanan solid PSIM Yogyakarta. Ia menekankan bahwa filosofi tim adalah bermain menyerang hingga detik akhir tanpa kebobolan.
“Kami punya 90 menit untuk berusaha mencetak gol dan tidak kebobolan, dan dari menit pertama sampai terakhir kami selalu mengincar itu,” tegas Mauricio Souza.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PSIM, lawan yang dianggapnya tangguh. “Kami melawan tim yang berada di peringkat keempat di [klasemen] Liga Indonesia, jadi setiap pertandingan mereka tidak mudah untuk ditaklukkan,” jelasnya. Souza menambahkan bahwa timnya selalu siap mengambil risiko untuk meraih kemenangan, bahkan jika gol baru tercipta di menit-menit akhir. “Seandainya kami baru bisa mencetak gol pada menit ke-98, saya sudah merasa cukup,” lanjutnya.
Pembelaan Souza Terhadap Allano
Allano, yang menjadi penentu kemenangan dengan gol keduanya, sering kali mendapat sorotan publik karena dianggap sebagai pemain yang mudah terpancing emosi. Namun, Mauricio Souza memiliki pandangan berbeda dan memberikan pembelaan terhadap pemainnya tersebut.
Souza berargumen bahwa luapan emosi Allano adalah cerminan dari intensitas dan komitmennya terhadap pertandingan. “Anda tidak akan stabil emosinya kalau ditekan terus. Saya tidak setuju jika dia disebut emosional. Dia sudah berusaha untuk menang. Di lapangan, dia memberikan segalanya,” pungkasnya, menggarisbawahi semangat juang Allano sebagai aset positif bagi tim.
